Sunday, March 18, 2012

Omega 3,6,9 Untuk si pelupa dan anak anak

OMEGA 3 , OMEGA 6 DAN OMEGA 9

Apa si omega 3,6, dn 9 ituu ?

Banyak yang takut sama yang namanya lemak tentunya beribu ribu wanita khususnya,ingin sekali membakar lemak mulai dari cara kesalon, steam body, menggunakan alat pembakar lemak dan sebagainya. Perlu kita semua ketahui tidak semua lemak itu jahat ada lemak yang baik yang di sebut LEMAK ESSENSIAL yang terdiri  dari Omega 3,Omega 6,Omega 9. Lemak ini sangat diperlukan oleh tubuh namun tidak di hasilkan oleh tubuh.Tetapi omega 9 itu masi dapat di hasilkan olehh tubuh. Berdasarkan persen AKG dalam waktu sehari kita membutuhkan kurang lebih 4500 an Mg Omega 3 dan Omega 6.

Pakar gizi klinik dari PDGKI (Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia), Dr Fiastuti Witjaksono MS Sp.GK mengatakan, selain berpengaruh pada pertumbuhan fisik, juga merupakan komponen pembentukan sel, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel.

Mamfaatnya :
1.     Membantu pertumbuhan otak dan otot khususnya untuk anak anak yang masi dalam tahap pertumbuhan.
2.    Membantu daya ingat Orang dewas trutama untuk orang tua usia lanjut
3.    Memperbaiki sel sel kulit mati yang rusak akibat jatuh , kepentok atau terjadi luka dalam lainnya .
4.    Membantu mengurangi resiko penderita jantung .

Tentunya masi banyak sekali mamafaat dari Omega ini ,dan tidak cukup susah untuk didapat karena Omega 3, 6 DAN 9 mudah didapat dari :
  • Telor ayam
  • Buah Alpukat
  • Minyak ikan
  • Sayur bayam,kangkung,brokoli
  • Kedelai,tempe,tahu

Tidak hanya Omega 3 , 6 , dan 9 yang bermamfaat namun seperti yang dikutip dari Dr.Fiastuti Kuncinya adalah 3J 
  •   Jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang 
  • Jumlah Kalori sesuai kebutuhan 
  • Jadwal makan yang terartur

Nah udah tau kan omega 3,6,dan 9 . Hayoo hidupp sehat untuk generasi yang lebih baik ^^ . (JUN2012)


Saturday, March 17, 2012

Financial Global Krisis 2008

FINANCIAL GLOBAL KRISIS 2008

kronologi krisis finansial AS, seperti dikutip detikFinance dari AFP:

16Maret: Bank investasi, Bear Stearns diobral kepada JP Morgan Chase hanya US$ 236 juta. Akuisisi itu dimotori oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve).
7 September: Depkeu AS mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan rumah terbesar AS: Fannie Mae dan Freddie Mac, sekaligus memberikan jaminan atas utang masing-masing institusi sebesar US4 100 miliar.
15 September: Bank investasi raksasa Wall Street, Lehman Brothers mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, setelah gagal mendapatkan investor, termasuk pemerintah AS yang tak mau memberikan bailout. Di hari yang sama, Merrill Lynch mengumumkan kesepakatan untuk diakuisisi oleh Bank of America dengan nilai transaksi US$ 50 miliar.  Lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang American International Group (AIG). Saham perusahaan asuransi ini juga merosot hingga 60,8%. Bank Sentral AS menyuntikkan US$ 70 miliar ke pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 504 poin atau 4,42%. Ini adalah kemerosotan terbesar sejak September 2001. Bursa-bursa Eropa pun ikut bertumbangan
16 September: Pemerintah AS akhirnya menyelamatkan AIG melalui suntikan modal hingga US$ 85 miliar, dengan imbalan 79,9% saham perusahaan asuransi raksasa itu. The Fed kembali menyuntik pasar hingga US4 50 miliar.
17 September: Saham-saham kembali berjatuhan karena ketidakpastian ekonomi. Indeks Dow Jones merosot hingga 449 poin (4,06%). Bapapem AS juga mengeluarkan larangan untuk sejumlah transaksi short-selling
18 September: The Fed dan Bank Sentral global menyuntikkan US$ 300 miliar ke psar kredit. Saham-saham kembali menguat setelah diumumkannya rencana bailout.
Menkeu AS Henry Paulson dan Gubernur The Fed Ben Bernanke memulai pembicaraan untuk paket penyelamatan ekonomi melalui pembelian aset-aset beracun dari lembaga keuangan. Indeks Dow Jones sempat menguat hingga 410 poin.

19 September:
Pemerintah AS meminta kongres untuk segera menyetujui rencana penyelamatan US$ 700 miliar, yang merupakan rencana penyelamatan ala 'BLBI' yang terbesar dalam sejarah.  Fed kembali memompakan US$ 20 miliar ke pasar kredit. Saham-saham global kembali menguat.
21 September: The Fed mengumumkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley ---2 bank investasi yang masih tersisa di Wall Street --- akhirnya menanggalkan status bank investasi dan menjadi perusahaan holding bank.
24 September: Presiden Bush secara nasional memberikan pidato yang menyatakan bahwa perekonomian AS berada dalam bahaya jika kongres tidak memberikan persetujuan atas rencana bailout tersebut. Bush juga mengundang 2 capres: Barrack Obama dan John McCain untuk ikut pertemuan di White House membahas krisis tersebut.
25 September: Kongres mengumumkan kesepakatan fundamental atas prinsip-prinsip dari rencana penyelamatan tersebut, meski akhirnya pembicaraan mengalami deadlock.

26 September:
Washington Mutual (WAMU), bank terbesar di AS kolaps. JPMorgan Chase selanjutnya membeli sebagian aset WAMU senilai US$ 1,9 miliar.
29 September: DPR AS menolak rencana bailout melalui voting 228-205, dengan Republik paling banyak menolak rencana tersebut. Indeks Dow Jones pun merosot hingga 778 poin, atau terbesar dalam sejarah.
1 Oktober: Senat menyetujui paket penyelamatan ekonomi darurat, yang termasuk didalamnya adalah pengurangan pajak dan kenaikan penjaminan untuk simpanan bank dari US$ 100.000 menjadi US4 250.000.
3 Oktober: DPR AS menyetujui UU Penyelamatan Ekonomi melalui bailout dalam voting 263-171. Presiden Bush selanjutnya menandatangani UU tersebut, sementara Menkeu Henry Paulson diminta segera bergerak cepat membeli aset-aset beracun dari sektor finansial.
Faktor Pemicu
·         kegagalan perusahaan Kredit Perumahan AS Fannie Mae dan Freddie Mac, kemudian disusul oleh perusahaan-perusahaan asuransi AIG dan pemberi kredit raksasa Lehman Brothers, dan Pasar Saham Wall Street
Faktor krisis mendunia
·         Hampir setiap pembayaran internasional menggunakan kurs dasar dollar AS.
·         Volume perdagangan Internasional Menurun karena hampir ½ perdagangan internasional ekspor impor dikuasai oleh negara ini akibat daya beli masyrakat AS menurun.

DAMPAKNYA DI INDONESIA

Krisis Finansial Global tidak terlalu berdampak besar di Indonesai .AS hanya sebagian kecil bekerja sama dengan indonesia. Ekspor Indonesia ke luar negeri terdiri dari migas dan non migas. Dari 80 persen hasil non migas Indonesia hanya 12 persen di ekspor ke Amerika Serikat, jadi pengaruhnya tidak besar(ERIC SUGANDI)
 Namun ada beberapa pergerakan yang cukup membuat ketakutan masyrakat indonesia. Data dari BI Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tumbuh mencapai 6,1% pada tahun 2008 atau mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 6,3%. cadangan devisa meningkat dari 35 milyar dollar ke 65 milyar dollar, Nilai tukar menurun , meningkatnya inflasi 6,59 (2007) % menjadi 7,36 (januari2008)  dan menurunya kinerja neraca pembayaran.

Cara Mengatasi

Mulai tahun 2009, banyak sekolah-sekolah bisnis di Amerika dan Eropa, mulai memasukkan pelajaran manajemen resiko berdasarkan pada etika.
Meningkatkan nilai exspor dibandingkan dengan nilai Impor.
Meningkatkan kulitas UKM untuk mencegah Investor asing menarik sahamnya dari dalam negeri .
Dan masih banyak lagi tentunya...






Sumber : http://finance.detik.com/read/2008/10/04/103919/1015294/5/kisah-krisis-finansial-as

Tugas Akuntansi Internasional


Tugas Sofskill Akuntansi Internasional
Junizka Sri Andika Marta
20208691 // 4eb09

1.       Beberapa pihak mendukung bahwa 1 bahasa tunggal yang di ucapkan secara luas digunakan sebagai bahasa akuntansi internasional yang resmi. Tuliskan Pernyataan yang terdiri dari 2 paragaf yang mendukung pemilihan bahasi Inggris sebagai Bahasa resmi .

         Banyak faktor yang memprakarsai mengapa bahasa inggris menjadi bahasa internasional yang resmi. Salah satunya adalah ketika negara adi kuasa di kuasai oleh beberapa negara besar salah satunya adalah negara AMERIKA SERIKAT. Suku asli orang amerika sebenarnya adalah Amerika Latin tetapi banyak warga keturunan eropa trutama Ingriss disana,karena itulah bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris sebagai bahasa yang sehari-hari digunakan oleh warga Amerika disana.
                Selain karna mereka negara adi kuasa dan mampu menguasai pasar ekonomi, bahasa inggris merupakan bahasa yang mudah untuk dipelajari dan memili struktural bahasa yang lebih mudah di mengerti seperti bahasa bahasa lain.Tetapi tidak asing lagi bahasa mandarin pun akan menjadi bahasa ke dua dunia setelah bahasa inggris,namun karna penulisan dan pengucapan yang agak sulit menurut sebagian besar orang, maka sampai saat ini masih Bahasa Inggris lah yang dijadikan Bahasa Internasional.

2.       Mengapa masalah-masalah akuntansi internasional menjadi sangat penting dan rumit tahun tahun belakangan ini ?

Masalah masalah akuntansi internasional menjadi pembicaraan umum dunia. Selain hampir terjadinya krisis financial global di amerika tahun 2008, tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis financial global juga di negara negara lain.Akuntansi internasional mempelajari tentang perdagang bebas atau AFTA yang akan di selenggarakn mulai tahun 2012.Dimana siapa saja berhak memasarkan komoditi mereka dengan bebas. Karena ke bebasan itulah timbul masalah-masalaj=h baru contohnya : Di indonesia banyak perusahaan UKM yang bisa hancur karena produk’\-produk dari luar yang biasa lebih murah, Pro dan Kontra penerapan IFRS juga menjadi masalah di beberapa negara. Untuk itu bila masalah-masalah ini tidak segera menemukan jalan tengah mungkin akan terjadi perang dunia, krisis global,inflasi, kemiskinan dan lainnya.
3.       Apakah Tujuan Melakukan Klasifikasi Akuntansi
Klasifikasi dalam bahasa indonesia di artikan “ mengelompokan , membagi bagi menjadi satu kesatuan tingkatan “ dalam akuntansi inetrnasional mengklasifikasikan sistem akuntansi masing-masing negara berdasarkan karakteristik persamaan persamaan dan perbedaan sistem akuntansi dan kita mampu menganalisis nya  dengan tujuan berguna untuk pelaporan keuangan. 

4.Apakah Model Akuntansi yang utama di dunia? Apakah karakter yang berbeda dari tiap tiap model tersebut?
Model Akuntansi Yang utama di dunia adalah model Wolk&Tearney,(1992;578)
bahwa secara teoritis ada tiga model yang untuk menyeragamkan pemahaman mengenaiakuntansiinternasional
ü  Absolute uniformity karakteristiknya satu standar akuntansi yang baik dalam satu format pelaporan keuangan akan berlaku diseluruh komunitas ekonomi internasional tanpa membeda-bedakan keadaan ekonomi dan kebutuhan pemakai.
ü  .Circumstantial uniformity karakteristiknya  basis trans nasional yang mengijinkan perbedaan metode akuntansi yang digunakan dimana keberadaan akuntansi ditunjukan.
ü  Purposive uniformity karakteristiknya akan mempertimbangkan kedua keadaan perbedaan yang mendasarinya seperti halnya kebutuhan pemakai yang berbeda dan manfaatnya.

5.Perusahaan –perusahaan besar sering mencatat saham mereka di berbagai bursa efek yang berbeda di seluruh dunia.Isu akuntansi apa yang terjadi dari praktek i
ü  kenegoisasian, Transferbilitas dan perdagangan saham-saham pada pasar modal. Meskipun Islam sangat mendukung upaya pengembangan trade dan pasar-pasar, tapi ia sangat melarang akan adanya sistem bunga uang atau riba. Jika semua aset perusahaan dalam bentuk likuid, seperti uang, maka saham tidak dapat di jual kecuali dengan harga rata-rata karna dalam kasus ini saham merepresentasikan uang dan uang tidak di perdagangkan kecuali dengan harga rata-rata.
ü  Praktek mempertahankan akun marginal untuk membeli saham dapat di pertanyakan. Karena Akun margin memberi izin pada pembeli untuk membeli saham-saham dengan menggunakan dana pinjaman dan leverage dengan tarif suku bunga yang berlaku, hal ini tidak dapat berlaku dalam ekonomi Islam dimana perdagangan surat dagang debet tidak di perbolehkan
ü  Perdagangan Spekulatif Perdagangan di pasar modal membuka peluang untuk terjadinya tindakan spekulasi (tindakan membeli surat berharga dengan tujuan meraih keuntungan dengan kenaikan harga secara mendadak) yang menyebabkan terjadinya pertaruhan, yang di larang dalam Islam



http://images.fatikulhimami.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SQ7sTgoKCEcAAHjccT         s1/Bab%208.pdf?key=fatikulhimami:journal:13&nmid=129597959

Thursday, March 15, 2012

be a little princess


Setiap orang pasti pernah bermimipi menjadi ratu , tentunya setiap orang kelak akan menjadi ratu sehari ^^ . u Setiap wanita juga ingin sellalu di anggap ratu oleh kekasihnyaa, Tapi ratu yang sebenrnya bukan seperti yang banyak orang kira ,karena ratu itu ad di hati kita :) , Be a little princess for our heart ^^

Thursday, January 5, 2012

short is FUN








mungkin tiap org agak ga pede kan rambut pendek ..termasuk saya hhe.
mencoba berani dengan rambut pendek , dan kaca mata putih (sebelumnya pernah coba putih ) badan saya yang terlihat sangat gemug :( membuat saya tdk tll semagat utk foto terakhirnya. dan ga cuma rambut pendek aja yang pen saya critain mungkin hari ini terakhir foto di dalam kelas ini hhe . i love this last pic in semester 7 .
smoga bsk " bisa foto dikelas ini lagi deh .

Sarbana Oxley ACT


THE SARBANA OXLEY

Sarbanes-Oxley (Sarbanes-Oxley Act of 2002, Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002) lebih disingkat SOx atau Sarbox adalah undang” federal AS yang ditetapkan pada 30 Juli 2002 sebagai solusi terhadap beberapa skandal akuntansi perusahaan” besar.Kasus enron merupakan puncak di terbitkanya sarbane’s oxley act, namun tidak hanya kasus Auditor Enron, beberapa kasus yang menjadi sorotan utama antara lain :
Kasus kecurangan” serta skandal skandal akuntansi perusahaan yang cukup besar itu sangat berefek terhadapa perekonomian internasional. Selain menyebabkan kerugian bilyunan dolar bagi investor karena anjloknya harga saham, juga menyebabkan ketakutan masyrakat akan pasar saham nasional,pastinya bnayak investor takut untuk menanamkan modal di perusahaan perusahaan besar . sehingga bagaimana perusahaan tersebut berkembang apabila kesulitan modal. Akta dua promotor Paul Sarbanes and Representatif Michael G. Oxley , ini disetujui oleh Dewan dengan suara 423-3 dan oleh Senat dengan suara 99-0 serta disahkan menjadi hukum oleh Presiden AS saat itu George W. Bush.
Akta ini terdiri dari 11 judul atau bagian yang menetapkan hal-hal mulai dari tanggung jawab tambahan Dewan Perusahaan hingga hukuman pidana. Sarbox juga menuntut Securities and Exchange Commission (SEC) untuk menerapkan aturan persyaratan baru untuk menaati hukum ini.
       Pro dan kontra akan  penerapan Sarbox masih terus terjadi.Orang orang yang pro setuju bahwa aturan ini sangat diperlukan untuk mengembalikan lunturnya kepercayaan publik.  Cara sarbox antara lain memperkuat pengawasan akuntansi perusahaan.
Orang orang yang bertentangan dengan sarbox menyatakan tak perlu campur tangan pemerintah dalam manajemen perusahaan menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada kerugian kompetitif terhadap perusahaan asing.
Nah untuk itu sarbox membentuk lembaga semi pemerintah, Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang bertugas mengawasi, mengatur, memeriksa, dan mendisiplinkan kantor-kantor akuntan dalam peranan mereka sebagai auditor perusahaan publik.
 Sarbox juga mengatur masalah-masalah seperti kebebasan auditor, tata kelola perusahaan, penilaian pengendalian internal, serta pengungkapan laporan keuangan. tatakelola yang baik (good corporate governance) sangat ditentukan oleh 3 elemen, yakni :
Standard Setters (Sarbanes-Oxley Act),
Market Regulators (BAPEPAM)
Enabling Technologies (COBIT).
Hal-hal yang Diatur dalam Sarbanes-Oxley Act

 - Menetapkan beberapa tanggung jawab baru kepada dewan komisaris, komite audit dan pihak manajemen
- Mendirikan the Public Company Accounting Oversight Board, sebuah dewan yang independen dan bekerja full-time bagi pelaku pasar modal
- Penambahan tanggung jawab dan anggaran SEC secara signifikan
- Mendefinisikan jasa “non-audit” yang tidak boleh diberikan oleh KAP kepada klien
- Memperbesar hukuman bagi terjadinya corporate fraud
- Mensyaratkan adanya aturan mengenai cara menghadapi conflicts of interest
- Menetapkan beberapa persyaratan pelaporan yang baru.

Penerapan sarbox hingga ke INDONESIA sangat berpengaruh , mulainya berkembang IT GOVERNANCE , penerapan GCG , Dan kontrol internal oleh COBIT merupakan aplikasi dari undang undang SARBOX.
Sarbox sangat diperlukan dalam mencegah FRAUD di indonesia. Kasus Fraud di indonesia telah menjadi sorotan antara lain kasus bank century. Ketika peningkatan pengendalian internal sudah bagus makan kemungkinan besar akan mengurangi kecurangan" yang terjadi serta menciptakan GCG yang memuaskan ^^

semoga indonesia dapat mengaplikasikan penerapan SARBOX yaa ^

BASEL 1 DAN 2

Basel I dan Basel II

BASEL I
Komite Basel (BCBS) di Basel , Swiss , mengeluarkan peryataan tentang  satu set persyaratan modal minimal untuk bank-bank. Yang lebih populer sebagai Basel Accord 1988, dan ditegakkan oleh hukum dalam Kelompok Sepuluh (G-10) negara pada tahun 1992.
Basel I memiliki banyak kekurangan sehingga di pandang sebagai ketinggalan zaman. Memang, dunia telah berubah sebagai konglomerat keuangan, inovasi keuangan dan manajemen risiko telah dikembangkan. Oleh karena itu, satu set pedoman yang lebih komprehensif, yang dikenal sebagai Basel II sedang dalam proses pelaksanaan oleh beberapa negara dan update baru dalam menanggapi krisis keuangan sering digambarkan sebagai Basel III .
Latar Belakang BASEL 1
Komite ini dibentuk sebagai tanggapan terhadap likuidasi berantakan dari Cologne berbasis bank ( Herstatt Bank ) pada tahun 1974. Pada tanggal 26 Juni 1974, sejumlah bank telah merilis Deutsche Mark (Jerman Markus) ke Bank Herstatt dalam pertukaran untuk pembayaran diserahkan dolar di New York . Pada rekening perbedaan zona waktu , ada lag dalam pembayaran dolar ke counter pihak bank, dan selama kesenjangan ini, dan sebelum pembayaran dolar bisa dilakukan di New York, Bank Herstatt dibubarkan oleh regulator Jerman.Insiden ini mendorong G-10 negara untuk membentuk menjelang akhir 1974.
Kerangka Kerja Basel
Tahun 1988 Basel Accord,(Basel1)  memfokuskan kerangka kerja pada risiko kredit . Aset bank diklasifikasikan dan dikelompokkan dalam lima kategori menurut risiko kredit, membawa bobot risiko nol (untuk negara misalnya rumah utang negara ), sepuluh, dua puluh, lima puluh, dan sampai seratus persen (kategori ini, sebagai contoh, sebagian besar utang perusahaan). Bank dengan kehadiran internasional wajib memiliki modal sebesar 8% dari aktiva tertimbang menurut risiko. Penciptaan credit default swap yang setelah Exxon Valdez insiden membantu bank-bank besar risiko lindung nilai pinjaman dan memungkinkan bank untuk menurunkan risiko mereka sendiri untuk mengurangi beban berat pembatasan ini.
Sejak tahun 1988, kerangka kerja ini telah diperkenalkan secara progresif di negara-negara anggota G-10, saat ini terdiri dari 13 negara, Kerajaan dan Amerika Serikat .

BASEL II
Basel II adalah rekomendasi hukum dan ketentuan perbankan kedua, sebagai penyempurnaan dari kekurangan kekurangan di Basel I, yang diterbitkan oleh Komite Basel.
Basel II percaya bahwa standar internasional seperti ini dapat membantu melindungi sistem keuangan internasional terhadap masalah likuidasi bank.Basel II berupaya mencapai hal ini dengan menyiapkan persyaratan manajemen risiko dan modal yang ketat yang dirancang untuk meyakinkan bahwa suatu bank memiliki cadangan modal yang cukup untuk risiko yang dihadapinya karena praktik pemberian kredit dan investasi yang dilakukannya. Risiko BESAR yang dihadapi bank, semakin BESAR  jumlah modal yang dibutuhkan bank untuk menjaga likuiditas bank tersebut untuk stabilitas ekonomi pada umumnya.
TIGA PILAR UTAMA BASEL II
  1. Persyaratan modal minimum
  2. Tinjauan pengawasan
  3. Pengungkapan informasi
NAH dalam basel satu belum menyentuh keseluruhan dari 3 pilar itu, hanya memperhatikan sebagian dari masing-masing pilar ini.
Contohnya dalam Basel I hanya memperhitungkan risiko kredit secara sederhana, mempertimbangkan sedikit risiko pasar, jadi dalam Basel 1 tidak menyentuh pengamanan risiko operasional.
  1. Pilar pertama
Berkaitan dengan pemeliharaan persyaratan modal (regulatory capital) yang diperhitungkan untuk tiga komponen utama risiko yang dihadapi bank: risiko kredit, risiko pasar, serta risiko operasional. Jenis risiko lain tidak dianggap layak diperhitungkan pada tahap ini.
  1. Pilar kedua
Pilar ini pemgembangan dari pilar pertama. Pilar ini juga memberikan suatu kerangka kerja untuk menangani semua risiko lain yang mungkin dihadapi bank, seperti risiko sistemik, risiko pensiun, risiko konsentrasi, risiko strategik, risiko reputasi, risiko likuiditas, serta risiko hukum, yang digabungkan menjadi risiko residu.
  1. Pilar ketiga memperbesar pengungkapan yang harus dilakukan bank. Ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih baik bagi pasar mengenai posisi risiko menyeluruh bank dan untuk memberikan kesempatan bagi pihak terkait dari bank untuk memberikan harga dan menangani risiko tersebut dengan sepantasnya. 
     BASEL II DI INDONESIA
    Bank Merupakan salah satu lembaga keuangan yang banyak di Indonesia. Kegiatan perbankan sangat menopang dalam perekonomian Indonesia.nah karena peran bank sangat penting mendukung perekonomian maka perlu adanya aturan” secara baik dan benar,supaya bank dipercaya ga kaya bank century loeh heheh ^^
    Nah Salah satu peraturan yang perlu dibuat untuk mengatur perbankan adalah peraturan mengenai permodalan bank yang berfungsi sebagai penyangga terhadap kemungkinan terjadinya kerugian. Mengingat pentingnya modal pada bank, pada tahun 1988 BIS mengeluarkan suatu konsep kerangka permodalan yang lebih dikenal dengan the 1988 accord (Basel I).
    Sistem ini dibuat sebagai penerapan kerangka pengukuran bagi risiko kredit, dengan mensyaratkan standar modal minimum adalah 8%. Komite Basel merancang Basel I sebagai standar yang sederhana, mensyaratkan bank-bank untuk memisahkan eksposurnya kedalam kelas yang lebih luas, yang menggambarkan kesamaan tipe debitur.
    BIS kembali menyempurnakan kerangka permodalan yang ada pada the 1988 accord dengan mengeluarkan konsep permodalan baru yang lebih di kenal dengan Basel II. Basel II dibuat berdasarkan struktur dasar the 1988 accord  yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. 

    TUJUAN Basel II
      BASEL II Intinya Bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan, dengan menitikberatkan perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process, dan market discipline dan menyakinkan manajemen terbebas dari resiko likuiditas